VISI
“Terbentuknya lulusan yang berkarakter, kompeten, dan adaptif “
MISI
- Menyelenggarakan pendidikan yang menumbuhkan karakter religius, disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan berbudaya sesuai Profil Lulusan.
- Melaksanakan pembelajaran berbasis kompetensi, teknologi, dan dunia kerja untuk menghasilkan lulusan yang unggul sesuai bidang keahliannya.
- Mengembangkan Teaching Factory, Project Based Learning, dan budaya kerja industri guna meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan produktivitas peserta didik.
- Membangun kemitraan yang kuat dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) dalam pengembangan kompetensi peserta didik.
- Membekali peserta didik dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, dunia kerja, kewirausahaan, dan perubahan global.
TUJUAN
Tujuan 1 (Berkarakter)
Pada tahun 2030, minimal 95% murid menunjukkan karakter disiplin, tanggung jawab, integritas, dan budaya positif berdasarkan hasil asesmen karakter sekolah.
Strategi:
- Penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan sekolah.
- Integrasi karakter dalam seluruh mata pelajaran.
- Program keteladanan guru dan tenaga kependidikan.
- Penguatan budaya kerja industri.
Tujuan 2 (Kompeten)
Pada tahun 2030, minimal 90% lulusan memperoleh sertifikat kompetensi sesuai bidang keahlian dan dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi.
Strategi:
- Penyelarasan kurikulum dengan DUDIKA.
- Pelaksanaan Teaching Factory.
- Peningkatan kompetensi guru produktif.
- Pemanfaatan teknologi dan peralatan industri.
Tujuan 3 (Kompeten dan Siap Kerja)
Pada tahun 2030, minimal 80% lulusan bekerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha dalam waktu maksimal satu tahun setelah lulus.
Strategi:
- Penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK).
- Career coaching dan pembinaan karier.
- Magang industri berkualitas.
- Job matching bersama DUDIKA.
Tujuan 4 (Adaptif)
Pada tahun 2030, minimal 90% murid mampu memanfaatkan teknologi digital dan menghasilkan proyek berbasis teknologi sesuai bidang keahlian.
Strategi:
- Pembelajaran berbasis proyek.
- Penggunaan Learning Management System (LMS).
- Penguatan literasi digital.
- Pengembangan kelas berbasis teknologi.
Tujuan 5 (Kemitraan)
Pada tahun 2030, sekolah memiliki minimal 20 kemitraan aktif dengan DUDIKA, perguruan tinggi, dan instansi terkait yang mendukung pembelajaran dan penyerapan lulusan.
Strategi:
- Pengembangan MoU dan MoA.
- Sinkronisasi kurikulum rutin.
- Guru tamu industri.
- Kelas industri dan magang guru.
Tujuan 6 (Kewirausahaan)
Pada tahun 2030, minimal 30% murid terlibat dalam unit produksi, Teaching Factory, atau kegiatan kewirausahaan sekolah.
Strategi:
- Pengembangan unit produksi setiap program keahlian.
- Pemasaran produk dan jasa berbasis digital.
- Inkubasi bisnis siswa.
- Kolaborasi dengan UMKM dan industri kreatif.

